Minggu, 10 Maret 2019

KANJI JEPANG ASAL USULNYA DARI MANA?




Kanji yang digunakan orang jepang berasal dari Cina dan di bawa ke Jepang sekitar abad ke-5 setelah masehi. Pada masa itu seorang pendeta Budha membawa teks berbahasa Cina ke Jepang, itulah awal mulanya orang Jepang mengenal huruf kanji. Huruf kanji sendiri muncul di Cina pada tahun 2000 sebelum masehi.


Kata kanji berasal dari kata hanzi dalam bahasa Cina yang berarti karakter huruf Han, Han merujuk pada Dinasti Han (206 SM-320 M). Bahasa Jepang belum mempunyai format penulisan saat pertama kali diperkenalkan huruf kanji, biasanya teks di tulis bahasa Cina dan di baca seperti apa ada nya.


Cara membaca

kanji berasal dari Cina dan biasanya di gunakan untuk menuliskan satu atau lebih kata yang berbeda. untuk memutuskan cara membaca yang mana tergantung konteks, makna kata, penggunaan dalam komponen dan letak kalimatnya, cara bacanya di bagi sebagai berikut:







1. On yomi (唐音)

Cara baca yang berdasarkan bunyinya. Merupakan turunan pengucapan dalam bahasa Jepang yang terdekat dari pengucapan bahasa Cina saat pertama kali diperkenalkan. Beberapa kanji diperkenalkan dari daerah Cina yang berbeda dan dalam waktu yang berbeda, sehingga memiliki beberapa on yomi dan arti yang bermacam-macam. 






2. Kun yomi (訓読み)
Cara baca yang berdasarkan artinya atau cara baca Jepang. Cara baca ini didasari oleh pengucapan kata asli bahasa Jepang atau yamato kotoba yang artinya dekat dengan karakter Cinanya. Sama seperti on yomi, paduan kanji dapat terdiri dari beberapa kun atau tidak memiliki kun sama sekali.
Sebagian besar kanji nama tempat di Jepang dibaca menggunakan kun yomi. Apabila karakter kanji digunakan sebagai singkatan dari nama tempat, cara bacanya mungkin akan berbeda dari aslinya. Misalnya nama tim baseball Osaka (大阪) dan Kobe(神戸)bernama Hanshin (阪神) Tiger, yang diambil dari on yomi kedua dari Osaka dan on yomi pertama dari Kobe.











Referensi

FESTIVAL ISINYA BONEKA? HINAMATSURI


Hinamatsuri adalah hari anak perempuan dan dirayakan pada tanggal 3 maret bertepatan dengan mekar nya bunga buah persik. Dan biasanya dilakukan oleh keluarga yang memiliki anak perempuan, jadi kalau ada keluarga yang tidak punya anak perempuan maupun yang sudah dewasa tidak melakukan apa-apa. kegiatan apa saja kah yang dilakukan:

1. Menghias Bonek Hina-Ningyo



Boneka Hina-Ningyo adalah hiasan yang dilambangkan sebagai korban pengganti anak yang melindungi dari kecelakaan, penyakit dan berharap anak bisa tumbuh sehat dan bahagia. Adat ini sudah ada sejak zaman Edo yang dimaksudkan untuk mentransfer kemalangan dan malapetaka kepada boneka.

Boneka Hina-Ningyo menggambarkan keluarga kerajaan. yang dipaling atas menggambarkan kaisar dan permaisuri dan yang lain nya tiga orang dayang, lima orang musisi, serta menteri kanan dan kiri. dan ada juga hiasan grobak sapi, arak, lampu yang bernama bonbori, dan buah persik.

berdasarkan kondisi rumah, ada juga yang tidak memajang boneka seperti di atas. Melainkan hanya ada kaisar dan permaisuri nya saja di tempat kan di paling atas disebut dairibina.




2. Makanan Hinamatsuri

Nah pada Hinamatsuri tidak hanya menghias boneka ada juga loh makanan yang hanya bisa di makan pada festival ini.

*Amazake




Amazake adalah minuman kental manis yang terbuat dari ketan dan gandum, walaupun namanya terdapat "sake" minuman ini hanyan mengandung 1% alcohol jadi aman untuk di minum anak-anak.


*Hinaarare





Arare atau senbei kecil yang berwarna-warni dan memiliki arti dari setiap warna itu. putih melambangkan tanah musim dingin, merah melambangkan kehidupan, dan hijau melambangkan pucuk musim semi. dengan memakan masing-masing warnanya dikatakn dapat membuat hidup menjadi sehat selama 1 tahun.






Referensi
Hinamatsuri

Sabtu, 09 Maret 2019

WISATA KE JEPANG? KE KINKAKUJI AJA






Kinkakuji merupakan kuil yang dilapisi emas yang berada di Kyoto, Jepang. Kuil ini dibangun pada tahun 1397 dan awal nya di bangun sebagai tempat peristirahatan Shogun Ashikaga Yoshimitsu. kemudian anaknya shogun membuat tempat tersebut menjadi kuil, dan pada saat Perang Ōnin pada tahun 1467 hingga 1477 kuil kinkakuji ini terbakar beberapa kali karena perang tersebut dan pada tahun 1950 kuil itu dibakar juga oleh biksu yang fanatik. kinkakuji yang sekarang masih berdiri dibangun pada tahun 1955.








Kinkakuji dibangun untuk menggaungkan budaya mewah Kitayama yang berkembang di kalangan aristokrat kaya di Kyoto selama masa Yoshimitsu. Setiap lantai yang ada di kinkakuji mewakili gaya arsitektur yang berbeda.


Lantai yang pertama dibangun dengan gaya Shinden yang biasa digunakan untuk bangunan istana pada Periode Heian, dan pilar-pilar kayu alami dan dinding plester putih melengkapi lantai atas paviliun yang disepuh emas. Patung Buddha Shaka (Buddha sejarah) dan Yoshimitsu disimpan di lantai pertama. karena tidak mungkin memasuki paviliun kita hanya bisa melihat dari sebrang kolam karna jendela paviliun biasa nya terbuka.


Lantai yang kedua dibangun dengan gaya Bukke yang biasa digunakan pada tempat tinggal samurai, dan pada bagian luarnya ditutupi dengan daun emas. Di dalamnya ada Kannon Bodhisattva yang duduk dikelilingi oleh patung Empat Raja Langit; Namun sayangnya patung-patung itu tidak diperlihatkan kepada publik.


Lantai yang ketiga dan paling atas dibangun dengan gaya Chinese Zen Hall, disepuh ke dalam dan ke luar, dan dihiasi dengan burung phoenix emas pada atas nya.






Setelah melihat Kinkakuji dari seberang kolam, pengunjung akan melewati bekas tempat tinggal pemimpin pendeta (hojo) tetapi tidak terbuka untuk umum. Jalan sekali lagi akan mengarah pada taman kuil yang disesain dari zaman Yoshimitsu. Taman memiliki tempat menarik lainnya termasuk Kolam Anmintaku yang disebut tidak pernah mengering dan patung-patung yang digunakan orang-orang untuk melempar koin demi keberuntungan.







lanjut dari taman akan membawa kita ke Rumah Teh Sekkatei, dibangun didekat Kinkakuji selama Periode Edo, sebelum Anda keluar dari area kuil di luar pintu keluar terdapat toko-toko suvenir dan ada kebun teh kecil dimana anda bisa menikmati teh dan manisan matcha. Lalu ada juga Fudo Hall, aula kuil kecil yang menampung patung Fudo Myoo, salah satu dari Lima Raja Kebijaksanaan dan pelindung agama Buddha. Patung itu diukir oleh Kobo Daishi, salah satu tokoh terpenting dalam sejarah agama Jepang.




Referensi
Kyoto Travel Kinkakuji

KANJI JEPANG ASAL USULNYA DARI MANA?

Kanji yang digunakan orang jepang berasal dari Cina dan di bawa ke Jepang sekitar abad ke-5 setelah masehi. Pada masa itu seorang pe...